Bagaimana perasaan anda kalau bertemu dengan orang yang selalu mengeluh, ngedumel, bermuka masam, jarang senyum, jutex , sinis dlll ? Kalau enggak sabar pasti udah kebawa energi marah dan keselnya. Jadi bad mood
.
Lalu bagaimana perasaan anda jika bertemu dengan orang yang ramah, murah senyum, ceria meskipun orang tersebut tidak berwajah cantik atau ganteng? Secara tidak langsung kita jadi kebawa energi positifnya. Kebawa semangat dan pengennya ramah sama orang lain
.
Ceritanya begini, pagi itu saya mo berangkat kuliah. Saya pergi dengan bad mood gara-gara ada masalah kecil dengan orang2 dirumah. Bawaannya ngedumel plus su’udzon pula. Lalu saya naik angkot, saya duduk tepat dibelakang sopir yang umurnya kira2 40-an. Selama perjalanan saya perhatikan sikap sopir itu.
Ia begitu ramah… Setiap temannya yang sesama sopir bertemu selalu ia sapa dengan senyuman, setiap penumpang yang memberikan ongkos pun diucapnya terimakasih dan Alhamdulillah…. dan apabila ada penumpang yang bayar ongkosnya kurang, ia pun memberitahunya dengan ramah tidak marah-marah lantas mengeluh tentang bbm naik lah, ini naik, itu naik dll . Subhanallah, keren sekali orang ini. Bukan penampilannya tapi pembawaannya. Bertemu dngan orang model seperti ini membuat saya menjadi bersemangat!! semangat kuliah, semangat bekerja, semangat untuk berbuat baik sama orang lain dan bersemnagat untuk lebih istiqomah lagi beribadahnya dan satu lagi bad mood saya jadi hilang
.
Ternyata keramahan memberikan energi postif bagi kita tidak hanya ia sendiri tapi orang yang disekitarnya. Dengan keramahan, kita jadi punya banyk teman, rezeki, beban hidup tak terasa berat dll. Coba dibandingkan dengan orang yang suka ngedumel, judes suka marah-marah ternyata enggak enak dilihat apalagi diajak ngomong
. Hidup selalu terasa berat dan masalah-masalah yang sepele selalu dianggap wah dan dibesar-besarkan sehingga hati selalu gelisah dan pengennya nyalahin orang.