Ini bukan pertama kalinya saya diajarin dengan dosen/guru yang grogi atau sepertinya tidak menguasai materi yang diajarkan. Sebelumnya, waktu SMA saya pernah diajar dengan guru yang hanya membaca buku teks aja ( maksudnya anak-anak muridnya hanya dibacakan materi dan soal yang ada di buku tanpa ada penjelasan langsung dari gurunya
).
Sekarang, saya mesti ketemu lagi dengan dosen yang seperti itu (berhubung dosen yang mengajar mata kuliah ini hanya satu). Apalagi mata kuliah yang diberikan berhubungan dengan matematika dan kalkulus
. Si dosen hanya memberikan materi fotokopian yang ternyata banyak salah ketik dan pada saat menjelaskan ke mhs agak grogi, bingung, dan kelihatan seperti tidak menguasai materi yang diajarkan. Dosen hanya membacakan teks yang di fotokopian tanpa menjelaskan dengan jelas maksud tulisan tsb dan tidak mau memberikan contoh-contoh lain agar dimengerti mhs.
ya…saya paham, kalau saya bukan murid SMA lagi yang masih mengandalkan guru dalam belajar. Dosen hanya sebagai fasilitator dan saya harus mencari dan belajar sendiri. Tapi saya kecewa, bagaimana seorang yang lulusan S2 belum tahu bagaimana cara mengajar yang benar. Dan dari universitas sendiri, kenapa memilih dosen yang tidak menguasai bidangnya? Bukankah ini merugikan?
Tidak ada gading yang tak retak dan saya sendiri juga harus instropeksi diri dan belajar. Saya masih suka grogi kalau lagi presentasi atau bicara di depan orang banyak dan karena itu saya harus banyak latihan dan belajar agar terbiasa. Kalau misalnya saya jadi guru saya juga harus berusaha agar menjadi guru yang benar dan mengajar materi yang benar-benar dikuasai
well, dosen juga manusia
Banyak orang pandai, tapi setiap orang pandai belum tentu mampu menyampaikan ilmunya kepada orang lain.
Mungkin saja si dosen ngerti, tapi karena grogi yang teramat sangat, jadi bingung tak karuan.
Positiv thinking sajalah.
yupz…setuju
Lapor aja ke KPDB (komisi pemberantasan dosen bego)